Lewati ke konten

Filter

0
Mengapa orang Jepang mengatakan "kamu mendengarkan musik dengan hidungmu" (sebuah idiom, bukan organ)? — 16:9 Mengapa orang Jepang mengatakan "kamu mendengarkan musik dengan hidungmu" (sebuah idiom, bukan organ)? — 2:3

Mengapa orang Jepang mengatakan "kamu mendengarkan musik dengan hidungmu" (sebuah idiom, bukan organ)?

9,6
1m
2026
Dokumenter
PG
🇮🇩 Bahasa Indonesia
0

"Musik didengar dengan hidung," kata orang Jepang. Ungkapan ini menandakan persepsi intuitif yang mendalam yang melampaui indra pendengaran. Akarnya terletak pada tradisi berusia ribuan tahun di mana kenikmatan sejati terhadap …

Tonton Sekarang

Mengapa direkomendasikan

  • A Documentary short rated 9.6 — easy to watch in 1m.

Keterangan

"Musik didengar dengan hidung," kata orang Jepang. Ungkapan ini menandakan persepsi intuitif yang mendalam yang melampaui indra pendengaran. Akarnya terletak pada tradisi berusia ribuan tahun di mana kenikmatan sejati terhadap seni membutuhkan indra multidimensi, yang menangkap "esensi"-nya.

Asal usul frasa ini terletak pada Kodo (香道), seni "mendengarkan" aroma dupa. Pada masa Muromachi (1336-1573), para bangsawan tidak hanya sekadar menghirup resin mahal seperti oud. Mereka secara meditatif "mendengarkan" aroma halusnya, mencoba untuk memahami sejarah.

Filosofi ini telah menyebar ke semua bidang seni. "Mendengarkan musik dengan hidung" berarti menangkap "aura" yang tak terlihat, subteks emosionalnya, dan keheningan di antara nada-nada. Ini berarti memahami maksud komposer dan merasakan kedalaman setiap frasa, misalnya, dalam karya untuk koto.

Dalam musik Jepang, penekanannya adalah pada *ma* (間) – jeda dan ruang yang signifikan di antara bunyi-bunyi. Melodi meditatif dari seruling shakuhachi atau produksi opera Noh mengharuskan pendengar tidak hanya mendengarkan dengan telinga, tetapi juga untuk "merasakan" drama keheningan dengan seluruh keberadaan mereka.

Jadi, "mendengarkan dengan hidung" adalah tentang persepsi seni yang mendalam dan holistik: baik itu aroma, suara, atau lukisan. Ini adalah ajakan untuk menyelami sesuatu dengan lebih sadar. Cobalah sendiri: pejamkan mata Anda dan "cium" melodi favorit Anda, rasakan esensi sejatinya.

Direktur

On a palm Studio

Detail Film

Lamanya
1m
Studio
On a palm
Peringkat usia
PG
Tahun Rilis
2026
Genre
Dokumenter
Tampilan
0
Peringkat
9,6
Subtitle
Bahasa Indonesia
trek audio
🇸🇦 العربية 🇧🇬 Български 🇧🇩 বাংলা 🇪🇸 Català 🇨🇿 Čeština 🇩🇰 Dansk 🇩🇪 Deutsch 🇪🇱 Ελληνικά 🇺🇸 English 🇪🇸 Español 🇪🇪 Eesti 🇫🇮 Suomi 🇫🇷 Français 🇮🇱 עברית 🇮🇳 हिन्दी 🇭🇷 Hrvatski 🇭🇺 Magyar 🇮🇩 Bahasa Indonesia 🇮🇸 Íslenska 🇮🇹 Italiano 🇯🇵 日本語 🇰🇷 한국어 🇱🇹 Lietuvių 🇱🇻 Latviešu 🇲🇰 Македонски 🇲🇾 Bahasa Melayu 🇳🇱 Nederlands 🇳🇴 Norsk 🇵🇱 Polski 🇵🇹 Português 🇷🇴 Română 🇷🇺 Русский 🇸🇰 Slovenčina 🇸🇮 Slovenščina 🇦🇱 Shqip 🇷🇸 Српски 🇸🇪 Svenska 🇹🇭 ไทย 🇹🇷 Türkçe 🇺🇦 Українська 🇻🇳 Tiếng Việt 🇨🇳 简体中文

Tag

Documentary Short

Pilih Jenis Pemain

Pilih bagaimana Anda ingin menonton video ini