5 Film Terbaik yang Difilmkan Hanya Dengan Satu Kamera iPhone
Bayangkan: film-film yang dinominasikan untuk penghargaan bergengsi terkadang tidak difilmkan menggunakan peralatan film bernilai jutaan dolar, melainkan menggunakan ponsel pintar biasa! Ini bukan gimmick pemasaran Apple, melainkan revolusi dalam industri …
Mengapa direkomendasikan
- A Documentary short rated 8.8 — easy to watch in 1m.
Opsi Tontonan
Keterangan
Bayangkan: film-film yang dinominasikan untuk penghargaan bergengsi terkadang tidak difilmkan menggunakan peralatan film bernilai jutaan dolar, melainkan menggunakan ponsel pintar biasa! Ini bukan gimmick pemasaran Apple, melainkan revolusi dalam industri film. Para sutradara ini membuktikan bahwa yang penting adalah idenya, bukan harga peralatannya. Film Tangerine karya Sean Baker tahun 2015, yang seluruhnya difilmkan menggunakan tiga perangkat iPhone 5S, merupakan sebuah terobosan. Film ini diputar perdana di Festival Film Sundance. Kemudian, Steven Soderbergh memfilmkan film thriller psikologisnya, Unsane, tahun 2018 menggunakan iPhone 7 Plus. Soderbergh melanjutkan eksperimennya, menciptakan drama tahun 2019 "High Flying Bird" hanya menggunakan iPhone 8. Pada tahun 2020, film dokumenter Apple TV+ "North Star" memukau penonton dengan cuplikan satwa liar yang diambil menggunakan iPhone 11 Pro. Rahasia kesuksesan bukan hanya terletak pada kamera iPhone yang kini mampu merekam dalam resolusi 4K dan bahkan ProRes. Para sutradara menggunakan aplikasi profesional, lensa eksternal, DJI Steadicam, dan pencahayaan berkualitas tinggi, mengubah ponsel pintar mereka menjadi alat pembuatan film yang lengkap. Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa keterbatasan semakin menjadi masa lalu. Dari drama indie hingga film dokumenter blockbuster, iPhone adalah pengubah permainan. Siapa tahu, mungkin mahakarya Anda berikutnya sudah menunggu Anda saat Anda meraih ponsel pintar Anda?
Diam
Direktur
On a palm Studio
Pemeran
AI Narrator
Detail Film
Tag
Film Serupa
Mengapa kopi dalam cangkir kertas berbau seperti kardus?
Mengapa semua NPC dalam game RPG berbicara kepada Anda dengan cara yang sama (kompleksitas dialog)?
Stiker dahi (permainan "Siapakah Aku?" dalam satu paket).
"Tebak suaranya" (printer rusak vs. suara mesin kopi yang sedang memanas).
Bagaimana otak "memulai ulang" ketika Anda menatap satu titik.
Video game terpendek yang membuatku menangis (khususnya game horor indie).
Bagaimana seorang "pemecah kabel telepon" menghasilkan uang di era pertukaran telepon pertama.